Sesak sudah dada ini menahan amarah
Menahan kesakitan yang begitu tak terbendung
Dalam mendung dan badai
Dalam luka yang tak pernah nampak
Oleh siapapun
Atau apapun
Bahkan oleh rasaku
Oleh pikirku
Kesakitan yang hanya mengiris
Luka yang selalu tertutupi akan pengharapan
Simpul demi simpul kurajut
Karna tali pengharapan ini pernah putus
Rapuh
Dan tentu saja mudah pupus
Kecewa ini kian tembus
Bukan kau
Hati ini begitu lama begitu kian rapuh
Makin kau buat rapuh
Lantunan kecewaku tak tersampaikan dengan takdirnya
Tapi lantunan itu kian menjadikan kisah ini semakin remuk dan terpuruk
... 19.29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar