Kamu tidak akan tau rasanya hancur
Kamu tidak akan pernah tau rasanya terpuruk
Kamu tidak tau ketika harapan itu runtuh di depanmu
Yang kamu tau hanya persaanmu
Yang kamu tau hanyalah kehormatan keluargamu
Yang kamu tau hanya ada 1 derita yaitu milikmu
Kamu tidak pernah peduli dengan kesengsaraan orang lain
Ketika harus menahan luka sekaligus mengubur harap
Yang pernah hidup
Tetapi telah kau bunuh dengan paksa
Apalah arti air mata
Apalah arti merajuk
Tak puaskah kau matikan lentera hidupku
Ketika ak harus mengais sisa asa
Betapa sulitnya ak kembali bisa berjalan
Terjerembab kemudian terseok
Dalam kehinaan nadzir
Sampai ku tak kenal lagi pagi
Sampai ku tak tau mengapa harus masih bernafas
Untaian pengharapan itu...
Hanya sepucuk
Dan telah tiada...