Minggu, 27 April 2014

Koma

Kini
Semakin panjang dan lama
Kisah melupakan
Kisah putusnya sebuah harapan
Ku bawa berlari
Ku bawa pergi
Tak jua rasa itu pergi
Kenapa begitu dalam kesedihan ini
Kenapa tak enyah juga
Tak mau pergi
Dan terus saja menghantui
Tak tahukah kau
Ak benci sedih ini
Kembalikan bahagiaku
Kembalikan hidupku dulu
Sebelum engkau datang
Sebelum engkau menghancurkannya ...

Rabu, 23 April 2014

Tiada

Kamu tidak akan tau rasanya hancur
Kamu tidak akan pernah tau rasanya terpuruk
Kamu tidak tau ketika harapan itu runtuh di depanmu
Yang kamu tau hanya persaanmu
Yang kamu tau hanyalah kehormatan keluargamu
Yang kamu tau hanya ada 1 derita yaitu milikmu
Kamu tidak pernah peduli dengan kesengsaraan orang lain
Ketika harus menahan luka sekaligus mengubur harap
Yang pernah hidup
Tetapi telah kau bunuh dengan paksa
Apalah arti air mata
Apalah arti merajuk
Tak puaskah kau matikan lentera hidupku
Ketika ak harus mengais sisa asa
Betapa sulitnya ak kembali bisa berjalan
Terjerembab kemudian terseok
Dalam kehinaan nadzir
Sampai ku tak kenal lagi pagi
Sampai ku tak tau mengapa harus masih bernafas
Untaian pengharapan itu...
Hanya sepucuk
Dan telah tiada...

Bukan lagi

Ketika sang bidadari tak juga datang
Ketika belaiannya hanyalah kenangan
Ketika senyumnya kembali menjadi khayalan
Dan ketika itu pula dunia nyata hadir

Ketika sang bidadari tak muncul lagi di pagi hariku
Ketika pagi hari menjadi pagi yang sesak tanpa sapaanmu
Ketika pagi menjadi hampa karna sepanjang hari tak akan ada hadirmu
Dan ketika itu pula yang disebut kenyataan

Dalam angan yang bisu
Dalam rindu yang tak pantas lagi terucap
Inilah dosa terbesar mencinta sang bidadari

Namun
Sekarang malaikatpun tahu
Kau bukanlah bidadari pagiku ...

Senin, 21 April 2014

Lagi

Ku tak pernah perlari
Karna ku bukan pengecut
Ku tak perlu menjadi butuh
Karna ketergantungan itu sangat menyiksaku
Ketika tali pengharapan tak hanya putus
Tapi sudah terkoyak
Dan kamu tau
Apakah kamu perlu tau
Kau telah mengoyaknya (lagi)

Sang Pesakitan

Hanyut dalam kesedihan
Terpasung oleh jiwa yang sepi
Nurani yang tertutup luka
Apalagi jika jiwa ini hampa
Tak kuasa menelan kenyataan pahit
Menerima khayalan ini terganti oleh kenyataan pahit
Madu tak kuasa menghilangkan
Yang hanya ada kebencian
Yang semakin menjadi
Jika tak ada tangis darah
Akan kubuat itu nyata
Bahagiaku sangat mahal
Pun dengan bahagiamu
Seuntai kata2 manis itu terbukti bualan
Keraguan itu terjawab sebagai omong kosongmu
Dalam janji yang kukira suci
Dalam cinta yang kukira tulus
Ternyata hanya tersisa puing2 sang pesakitan ini
Itu lah aku
Hanya ada aku disini
Sendiri ...